"Takkan Terulang" menghadirkan perjalanan emosional yang utuh tentang perpisahan melalui empat fase yang terasa dekat dan realistis. Dimulai dari fase questioning, saat seseorang mulai mempertanyakan apakah hubungan yang dijalani masih sehat dan laykak dipertahankan. Lalu berlanjut ke fase withdrawal, ketika mencoba menjalani hari tanpa kehadiran sosok tersebut, meski rasa rindu masih begitu kuat. Memasuki fase relapse, muncul dorongan untuk kembali menghubungi, seolah ingin mengulang yang telah lewat. Hingga akhirnya tiba di fase acceptance, sebuah titik penerimaan bahwa hubungan tersebut memang harus dilepaskan karena jika diteruskan hanya akan terus menyisakan luka.
Kolaborasi ini mempertemukan Vanessa Zee, seorang penyanyi indie-pop dengan karakter lembut dan feminin yang piawai menyampaikan cerita lewat suaranya, didukung oleh warna vokal yang jernih dan khas dengan Rony Parulian pemilik warna vokal yang lebih rough dan berkarakter kuat. Kolaborasi ini berawal dari kekaguman Vanessa terhadap karakter vokal Rony sejak lama, bahkan ia sempat memviralkan salah satu lagu Rony lewat salah satu penampilan live-nya, yang kemudian membuka jalan bagi terwujudnya proyek ini.
Proyek kolaborasi ini kemudian diperkaya dengan keterlibatan Lafa Pratomo, produser yang sebelumnya sukses bekerja sama dengan Rony dalam lagu “Tak Ada Ujungnya” dan dikenal kuat di skena pop-indie. Tak hanya itu, Mohammed Kamga turut hadir sebagai vocal director yang berhasil memadukan karakter vokal keduanya dengan sangat manis dan harmonis. “Takkan Terulang” digadang sebagai salah satu kolaborasi terbaik tahun ini, menghadirkan pengalaman mendengar yang hangat dengan balutan visual yang sinematik. Dengarkan “Takkan Terulang” oleh Vanessa Zee dan Rony Parulian di semua digital platform.