"Internet Bilang Aku ADHD": Satir Emosional Prince Husein di Era Self-Diagnosis

Prince Husein kembali berkarya melalui single terbaru berjudul “Internet Bilang Aku ADHD.” Lewat rilisan ini, ia memulai perjalanan barunya sebagai seorang “emo storyteller” sebuah identitas yang berangkat dari ketertarikannya terhadap cerita-cerita dengan kedalaman emosi yang kuat.

“Pada dasarnya gue suka film, gue suka novel, gue suka komik, dan gue selalu tertarik dengan apapun itu yang berbasis cerita, especially the ones with the right amount of emotional depth. Karena biasanya, cerita-cerita seperti itu yang bisa mengubah hidup seseorang, termasuk gue sendiri. Jadi sekarang gue ingin jadi orang yang menyampaikan cerita-cerita seperti itu,” ungkap Prince.

Identitas ini juga dipadukan dengan sisi lain yang ia sebut sebagai “nerdy expressive”, sebuah refleksi dari kepribadiannya yang tidak tunggal dan justru hidup dalam kontradiksi. “Menurut gue, seseorang yang autentik itu bukan karena dia cuma satu hal, tapi karena dia adalah banyak hal sekaligus. Dalam kasus gue, menjadi nerdy dan ekspresif pada penyampaiannya memang salah satu bagian dari diri gue,” jelasnya.

Melalui “internet bilang aku ADHD” Prince menghadirkan karya yang sangat personal,
merangkai pengalaman, perasaan, dan refleksi hidup yang ia alami belakangan ini. Lagu ini
dibangun dari alur pikiran yang bebas dan penuh dinamika emosi, menjadi medium satir terhadap fenomena self-diagnosis di era digital.

“Karena sekarang banyak orang yang mengklaim diri mereka ADHD hanya dari analisa internet, gue mencoba mensatirkan hal itu. Jadi gue bilang gue ADHD, simply karena internet bilang begitu, padahal belum tentu,” katanya.

Secara tematik, lagu ini berbicara tentang chaos, overthinking, dan konflik batin yang sering kali dianggap tabu. Namun alih-alih menghindari, Prince justru mengajak pendengar untuk menghadapi dan menerima realita tersebut secara utuh.

“Kita hidup dalam realita, dan realita itu nggak selalu bahagia. Menurut gue akan sangat sehat untuk kita meluapkan hal-hal negatif once in a while. Tapi ini bukan untuk jadi alasan tenggelam dalam kesedihan, lebih ke penerimaan tentang realita dan upaya melawan penyangkalan,” lanjutnya.

Menariknya, nuansa lirik yang gelap justru dibungkus dengan pendekatan musik yang lebih upbeat dan playful. Kontras ini menjadi bagian penting dari cara Prince melihat kehidupan.

“Gue percaya kita bisa menerima realita yang gelap, tapi tetap menjalaninya dengan cara yang tidak selalu serius. Taking the power out of the pain and become power itself.”

Sebagai langkah awal dari fase baru ini, “Internet Bilang Aku ADHD” bukan hanya sekadar rilisan tunggal, melainkan fondasi dari arah musikal dan naratif Prince Husein ke depan. Ia menegaskan bahwa karya-karya berikutnya akan terus berangkat dari realita, diceritakan secara emosional, dan dijaga melalui kejujuran.

“Ke depannya gue akan memastikan semua lagu yang gue rilis adalah lagu yang memang gue suka. Diperkenalkan oleh realita, diceritakan secara emosional, didukung oleh kejujuran, dan dijunjung tinggi oleh distorsi.”

Dengan pendekatan yang jujur, ekspresif, dan penuh kesadaran diri, Prince Husein kini melangkah ke fase baru untuk membangun koneksi yang lebih dalam dengan pendengarnya, sekaligus menghadirkan cerita-cerita yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.

Single “Internet Bilang Aku ADHD” kini telah tersedia dan dapat dinikmati di seluruh platform musik digital.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama