Gerakan ini kemudian bernaung di bawah nama Insurgent Kolektif, sebagai bagian dari Kelompok Peduli Alam Lereng Lawu (KEPAL). Pada awal Januari 2025, mereka berhasil menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik kolektif bertajuk REVOLT VOL.2: “Against Nature Destruction”, yang menjadi medium ekspresi sekaligus konsolidasi gerakan.
Melanjutkan semangat tersebut, Insurgent Kolektif kembali menggelar REVOLT VOL.3 dengan tema “Lawu Against Disorder”. Acara ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik keras, tetapi juga ruang diskusi melalui sesi talk-show bersama Trend Asia sebagai narasumber.
Sejumlah band turut ambil bagian dalam gelaran ini, di antaranya Down for Life, KMZeronine, Gerbang Singa, 3265, Tore Up, Glory of Arupadatu, Suarvara, dan Fireball. Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas lintas skena dalam menyuarakan isu lingkungan.
Melalui REVOLT VOL.3, Insurgent Kolektif mengajak para pegiat musik keras, khususnya di wilayah Karesidenan Surakarta, untuk lebih peka dan kritis terhadap krisis lingkungan yang sedang berlangsung. Musik bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga alat perlawanan.
Jangan diam. Lawan.