Lewat "ADAB BIADAB", QORIN Menatap Realita Tanpa Berpura-Pura Suci

QORIN adalah sebuah band yang berasal dari Kota Pekalongan berangotakan tiga personel, pada sisi kanan ada Goldy Faizal Dwiyoga (Bass,Vocal), ditengah ada Rifki Hanif (Drum), disisi kiri ada Faesal Reza (Gitar,Vocal).

QORIN terbentuk pada tahun 2023, masing-masing personel dipertemukan di salah satu Universitas di Kota Pekalongan. Berangkat dari ketertarikan yang sama (hobi dan selera musik), pada akhirnya kami berkomitmen untuk membentuk sebuah band.

QORIN “قرین” kata dalam bahasa arab yang berarti pendamping setiap manusia dalam hal baik dan juga sebaliknya. Oleh sebab itu nama "QORIN" diambil dengan sudut pandang filosofis bahwa kami adalah sebagai pendamping bagi para pendengar, ketika mereka dalam suasana penuh amarah sekaligus penuh kedamaian. Sebagai perwujudan, hal tersebut diekspresikan lewat karya.

QORIN bereksperimen dengan mencampurkan musik rock, stoner, dan heavy metal. Gaya penulisan lirik yang cenderung provokatif dengan mengusung isu sosial dan memilih warna musik yang panas.

Adab Biadab lahir dari satu pernyataan sederhana. Kemana perginya Nurani? Dari situlah kami mencoba menjabarkannya nya lewat sebuah karya. Ada dua kata yang terbesit di dalam pikiran kami, Adab yang berarti sopan santun dan Biadab lawan dari kata adab itu sendiri, yang satu berisikan harapan dan yang satu lagi mencerminkan kenyataan.

Secara musikalitas lima lagu di dalam EP ini di bangun diatas pondasi rock yang keras dengan
riff yang terasa berat, mengingatkan pada musik berat era 70-an. Mengambil inspirasi dari Black Sabbath, energi groove dari Clutch, serta karakter rock liar ala The SIGIT, dengan dinamika yang bergejolak antara tenang dan meledak, drum terdengar besar, berat, dan menghantam, karakter bass low end vintage drive yang kotor namun hangat, dan gitar diselimuti fuzz, serta karakter vokal yang membakar. Beberapa dari liriknya kami ambil dari hal yang tampak di sekitar, seperti kuda liar di jalanan, kumbang yang mati di butakan cahaya, serta masa yang tersungkur di bawah roda kekuasaan.

Dalam proses kreatif nya, kami tidak terburu buru dalam menyelesaikan lima materi didalam album ini. Beberapa cukup lama kami simpan dan kami biarkan berjalan dengan sendirinya lewat realita dan kondisi di sekitar kami. Kami sadar dua kata di atas “ADAB BIADAB” buakan suatu persoalan yang mudah dilawan dan bukan juga halnya untuk diam menerima. Namun ini cara kami duduk bersama dengan kenyataan pahit ini, bukan pula merasa suci dan lantas menghakimi, tapi untuk benar benar jujur menatapnya.

MASSA
Massa menjadi track pembuka di EP "ADAB BIADAB". Track ini adalah lanskap sudut pandang seseorang yang lahir disebuah tempat hancur tanpa harapan. Dimulai dengan riff doom berat, massa membawa atmosfer kelam dan penuh tekanan, layaknya lautan amarah yang terbendung tembok kekuasaan. Namun di tengah lagu, musik berubah menjadi tempo lebih cepat dan lebih hidup, seperti simbol bangkitnya keberanian. Seperti pada penggalan lirik "meluapkan murka yang telah lama sembunyi". Pesannya jelas: rakyat boleh lelah, tetapi tidak boleh tunduk. Lagu ini membawa nuansa yang gersang, tandus, hancur, kering, gelap, dan mati. Seolah - olah mengantar masuk ke dalam dimensi “ADAB BIADAB”

ADAB BIADAB
Track ini menjadi manifesto album. Dengan groove shuffle drum yang menghentak dan riff gitar fuzzy yang agresif, lagu ini membedah kebiadaban manusia yang hidup tanpa moral dan tanpa budaya. Penggalan lirik “lenyap budaya dalam fikirnya” bercerita tentang runtuhnya "ADAB" dalam kehidupan manusia modern dan budaya yang seharusnya menjadi pegangan justru perlahan menghilang dari pikirannya. Di tengah lagu, tersisipkan breakdown aksen yang memberi ruang dramatis sebelum kembali menghantam dengan energi penuh. Ada seruan untuk menghentikan semua ini sebuah peringatan bahwa jika terus dibiarkan, kehancuran akan menelan semuanya.

KUDA JALANAN
Track ini menghadirkan energi paling liar di EP. dengan Beat cepat dan riff yang tajam menggambarkan figur pengendara jalanan yang merasa dirinya raja aspal. Musiknya terasa seperti heavy rock yang dipacu pedal gas penuh, menyalurkan adrenalin dan ego yang meledak-ledak menggambarkan sosok egois yang kerap memicu kekacauan di jalanan. lagu ini membawa pesan bahwa jalanan bukanlah panggung ego, melainkan ruang publik yang seharusnya di hormati. kuda jalanan pernah dirilis sebelumnya dalam format single pada 18 Oktober 2024.

GELADAK BANDIT
Geladak bandit menampilkan sisi paling rock ‘n roll dalam dimensi ADAB BIADAB. Beat cepat bergaya punk dipadukan dengan riff motorik yang mengingatkan pada semangat rock ‘n roll ala Motörhead. Geladak bandit tergambar seperti ledakan rock ‘n roll yang riuh seperti pesta, namun berisi sindiran keras terhadap moral yang telah lenyap. Tertuang dalam alunan beat yang cepat, kasar, panas, dan cenderung singkat, menimbulkan kesan sosok yang tidak pernah berpikir panjang seperti tokoh “bandit” yang dikisahkan dalam lagu ini.

Liriknya pun sinis: bercerita tentang laki-laki yang memperlakukan perempuan sebagai objek pemuas nafsu. Lagu ini terasa seperti kisah bajingan malam hari yang hidup tanpa berlandaskan moral dalam dimensi “ADAB BIADAB”

SERAKAH
Track penutup ini menjadi track yang paling atmosferik. Kami mengangkat kisah urban legend yang diyakini sebagai penguasa wilayah pesisir laut utara bernama “Dewi Lanjar atau (Dewi Roro Kuning)” yang diyakini mampu memberikan kekayaan dengan menumbalkan nyawa dalam ritual pesugihan.

Memadukan heavy rock dengan sentuhan psychedelic, lagu ini membawa masuk kedalam atmosfer ritual yang gelap dan kelam. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang begitu haus akan kekayaan dan menghalalkan segala cara hingga melakukan pesugihan dengan rela mengorbankan orang-orang di sekitarnya hingga pada akhirnya, dirinya sendirilah yang menjadi tumbal terakhir.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama